Soalan: Bagaimana hukumnya jika kita berzikir menggunakan tasbih? Dicatat oleh ustazcyber.com di 5:25:00 PG JAWAB: Kami kutip dari islamqa.ca., sebagian ulama berpendapat dalam masalah ini dengan memperbolehkan penggunaannya disertai dengan pendapat bahawa bertasbih dengan tangan itu lebih utama. Sementara sebahagian lainnya memasukkan dalam perkara bid’ah. Syikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam kitab Fatawa, 22/187 mengatakan: “Terkadang ada orang yang nampak meletakkan sajadah di lututnya dan tasbih di tangannya dan menjadikan hal itu sebagai syiar agama dan solat. Telah diketahui secara mutawatir, bahawa Nabi sallallahu’alaihi wa sallam beserta para shahabatnya tidak menjadikan hal ini sebagai syiarnya. Dahulu mereka bertasbih dan menghitungnya dengan jari jemarinya sebagaimana dalam hadits, وَأَنْ يَعْقِدْنَ بِالأَنَامِلِ فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولاَتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ. “Dan hitunglah dengan jari jemari, kerana sesungguhnya (jari-jemari itu) akan ditanya dan akan berbicara.” (HR. Abu Daud dan Tirmizi) Boleh jadi ada yang bertasbih dengan kerikil atau biji. Bertasbih dengan tasbih sebahagian orang ada yang menganggapnya makruh, di antara mereka ada yang meringankan (boleh). Akan tetapi tidak ada satupun yang mengatakan, ‘Bahawa bertasbih dengannya itu lebih baik daripada bertasbih dengan jemari atau lainnya.” Kemudian beliau rahimahullah berbicara tentang bab riya, “Bertasbih dengan tasbih termasuk riya dengan perkara yang tidak disyariatkan. Hal itu lebih buruk dibandingkan riya dengan perkara yang tidak disyariatkan.” Ada pertanyaan tentang bertasbih dengan menggunakan tasbih ditujukan kepada Fadhilatus Syekh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah, Al-Liqa’ AL-Maftuh, 3/30. Apakah itu termasuk bid’ah?. Beliau menjawab: ”Bertasbih dengan tasbih, ditinggalkan itu lebih utama dan bukan termasuk bid’ah. Kerana ia ada asalnya yaitu sebahagian shahabat bertasbih dengan menggunakan kerikil. Akan tetapi Rasul sallallahu alaihi wa sallam memberikan arahan, bahawa bertasbih dengan jemari itu lebih utama dengan mengatakan, ‘hitunglah –mengucapkan kepada para wanita- dengan jari jemari, kerana ia (nanti) akan berbicara.” Bertasbih dengan tasbih tidak termasuk haram juga tidak bid’ah. Akan tetapi ditinggalkan itu lebih utama, kerana orang yang bertasbih dengan tasbih itu meninggallkan yang lebih utama dan terkadang orang yang memakai tasbih sedikit masuk penyakit riya. Kerana kita saksikan sebagian orang memegang tasbih berisi seribu butir, seakan-akan mengatakan kepada orang ‘liihatlah saya bertasbih seribu kali tasbih’. Ketiga, orang yang bertasbih dengan tasbih seringkali hatinya lalai. Oleh kerana itu kita jumpai dia bertasbih dengan tasbih sementara matanya melihat ke atas, ke kanan ke kiri. Yang menunjukkan lalai hatinya. Maka yang lebih utama seseorang bertasbih dengan jemarinya. Yang lebih utama menggunakan tangan kanan bukan kiri. Kerana Nabi sallallahu’alaihi wa sallam biasanya ketika bertasbih biasanya menghitungnya dengan jari tangan kanan. Kalau bertasbih dengan memakai kedua tangan semuanya itu tidak mengapa. Akan tetapi yang lebih utama bertasbih dengan tangan kanannya saja.” Syekh Muhammad Nasirudin Al-Albany rahimahullah berkata dalam kitab As-Silsilah Ad-Dhaifah, 1/110 ketika metakhrij (menilai hadits) ‘Sebaik-baik pengingat adalah tasbih’, “Kemudian hadits ini menurut saya dari segi ertinya juga batil kerana beberapa hal: baca lagi Pertama, bahwa tasbih itu bid’ah, tidak ada pada masa Nabi sallallahu’alaihi wa sallam. Timbulnya setelah masa beliau sallallahu’alihi wa sallam. Bagaimana beliau sallallahu’alihi wa sallam menganjurkan kepada para shahabatnya urusan yang tidak diketahuinya? Dalil yang saya sebutkan adalah apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Wadhah dalam kitab ‘Al-Bida’ Wan Nahyu Anha’ dari As-Shalt bin Bahram, dia berkata, Ibnu Mas’ud melewati wanita membawa tasbih untuk bertasbih, maka beliau memutus dan melemparnya. Kemudian melewati lelaki yang bertasbih dengan kerikil, maka didepak dengan kakinya kemudian mengatakan, ‘Sungguh kamu telah melakukan bid’ah yang zalim, sungguh anda telah mengalahkan ilmu para shahabat Nabi sallallahu’alihi wa sallam. Dan sanadnya shoheh sampai As-Solt beliau tsiqah (terpercaya) dari pengikut para tabiin. Kedua, ia menyalahi ajaran Beliau sallallahu’alaihi wa sallam. Abdullah bin Amr radhiallahu’anhu berkata, ‘Saya melihat Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam menggenggam ketika bertasbih dengan tangan tangannya. Beliau juga berkata, 1/117: “Jika dalam tasbih hanya terdapat satu keburukan saja yaitu mematikan sunnah menghitung dengan jemari sedangkan semua sepakat bahwa hal itu (menghitung dengan jemari) lebih utama, maka tersebut sudah cukup. Sebenarnya saya jarang melihat seorang syekh menggenggam ketika bertasbih dengan ruas jemari. Kemudian orang-orang berkreasi membuat (tasbih) yang bid’ah ini. Anda melihat orang yang mengikuti salah satu kelompok sufi melilitkan tasbihnya di leher. Sebagian lain menghitungnya padahal dia berbicara dengan anda atau mendengar pembicaraan anda. Terakhir yang saya lihat beberapa hari lalu, saya melihat seseorang naik sepeda biasa berjalan di jalanan ramai dan disalah satu tangannya membawa tasbih. Seakan memperlihatkan kepada orang-orang bahwa hatinya tidak lalai mengingat Allah sekejappun. Kebanyakan bid’ah ini menjadi sebab hilangnya sesuatu yang menjadi kewajiban. Sering saya dapatkan –begitu juga orang lain- ketika saya memberi salam kepada salah seorang di antara mereka, dia menjawab salam dengan isyarat tanpa mengucapkan salam. Kerusakan bid’ah ini tidak terhitung. Alangkah indahnya ungkapan seorang ahli syair Yang namanya kebaikan adalah mengikuti pedoman orang saleh terdahulu (salaf) dan keburukan adalah bid’ah orang yang datang kemudian (khalaf). Wallahuta’ala a’lam. [https://www.islampos.com]
Copy the BEST Traders and Make Money : http://ow.ly/KNICZ
Bagaimana cara Dr Zakir Naik menghafal kitab-kitab agama lain sehingga bisa dengan lancar mengutip Bibel, Veda, dan sebagainya? Seorang non muslim memberanikan diri bertanya kepada Dr Zakir Naik, apakah ada rahasia dalam Al Quran untuk menguatkan hafalan seperti itu?
Rupanya, bukan hanya wanita itu yang bertanya tentang hafalan kepada Dr Zakir Naik. Dalam kesempatan berbeda, sejumlah orang juga bertanya hal serupa. Mereka takjub dengan hafalan Dr Zakir Naik yang dianggap seperti memiliki chip komputer di kepala.
Berikut ini jawaban Dr Zakir Naik atas pertanyaan wanita bernama Wandena:
Saudari ini bertanya bahwa hafalanku sangat fenomenal dan ini adalah pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Apakah ada ayat Al Qur’an yang membicarakan tentang hafalan?
Selama ini orang-orang bertanya padaku, apakah rahasianya? Apakah engkau memiliki chip komputer? Apa rahasianya?
Rahasianya ada di dalam Al Quran.
Dalam pelatihan program dakwah yang aku ajarkan pada murid-muridku, aku sebutkan ada tiga hal yang harus diperhatikan.
Yang pertama, disebutkan dalam Quran surat Ali Imran ayat 160 bahwasanya “Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada orang yang bisa mengalahkanmu. Jika Allah membiarkanmu, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.”
Jadi yang pertama, bertawakal kepada Allah.
Yang kedua, disebutkan dalam Surat Al Ankabut ayat 69. “Jika kamu berjihad untuk (mencari keridhaan) Allah, Allah akan benar-benar menunjukkan kepadamu jalanNya.”
Jadi yang kedua adalah kerja keras.
Dan yang ketiga, Allah berfirman dalam surat Al Anbiya ayat 7 dan surat An Nahl ayat 43. “Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.”
Yang ketiga bersifat teknis.
Teknik yang kami coba dalam pelatihan program dakwah kami, orang-orang bertanya padaku, “Zakir, apa tekniknya?” Aku katakan ada tiga teknik terpenting dan yang pertama adalah beriman kepada Allah. Nomor satu adalah beriman kepada Allah. Dan semua teknik ilmu Anda yang ada di dunia, kamu tahu berapa banyak muridku yang bergelar MBA dengan teknik menghafal segitiga dan house. Aku tidak mengetahui teknik-teknik seperti teknik segitiga dan segala bentuknya.
Pada awalnya mereka adalah murid yang baik kemudian akhirnya mereka kembali lagi ke bawah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala penolong terbaik melebihi dari bentuk apapun atau teknik segitiga dan apapun bentuknya.
Bagaimana cara mendapat pertolongan Allah? yaitu jika kamu berjuang di jalan-Nya. Kamu berjuang di jalan-Nya niscaya kamu mendapat kesuksesan.
Dalam pelatihan kami, aku mengajarkan murid menghafal surat dan ayat ini, bagaimana ceramah dan mengelola tanya jawab. Dan sebelum aku memulai ceramah, aku selalu membaca doa sebagaimana dalam Surat Thaha ayat 25-28. Yang artinya, “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”
[Ibnu K/Bersamadakwah]
Rupanya, bukan hanya wanita itu yang bertanya tentang hafalan kepada Dr Zakir Naik. Dalam kesempatan berbeda, sejumlah orang juga bertanya hal serupa. Mereka takjub dengan hafalan Dr Zakir Naik yang dianggap seperti memiliki chip komputer di kepala.
Berikut ini jawaban Dr Zakir Naik atas pertanyaan wanita bernama Wandena:
Saudari ini bertanya bahwa hafalanku sangat fenomenal dan ini adalah pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Apakah ada ayat Al Qur’an yang membicarakan tentang hafalan?
Selama ini orang-orang bertanya padaku, apakah rahasianya? Apakah engkau memiliki chip komputer? Apa rahasianya?
Rahasianya ada di dalam Al Quran.
Dalam pelatihan program dakwah yang aku ajarkan pada murid-muridku, aku sebutkan ada tiga hal yang harus diperhatikan.
Yang pertama, disebutkan dalam Quran surat Ali Imran ayat 160 bahwasanya “Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada orang yang bisa mengalahkanmu. Jika Allah membiarkanmu, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.”
Jadi yang pertama, bertawakal kepada Allah.
Yang kedua, disebutkan dalam Surat Al Ankabut ayat 69. “Jika kamu berjihad untuk (mencari keridhaan) Allah, Allah akan benar-benar menunjukkan kepadamu jalanNya.”
Jadi yang kedua adalah kerja keras.
Dan yang ketiga, Allah berfirman dalam surat Al Anbiya ayat 7 dan surat An Nahl ayat 43. “Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.”
Yang ketiga bersifat teknis.
Teknik yang kami coba dalam pelatihan program dakwah kami, orang-orang bertanya padaku, “Zakir, apa tekniknya?” Aku katakan ada tiga teknik terpenting dan yang pertama adalah beriman kepada Allah. Nomor satu adalah beriman kepada Allah. Dan semua teknik ilmu Anda yang ada di dunia, kamu tahu berapa banyak muridku yang bergelar MBA dengan teknik menghafal segitiga dan house. Aku tidak mengetahui teknik-teknik seperti teknik segitiga dan segala bentuknya.
Pada awalnya mereka adalah murid yang baik kemudian akhirnya mereka kembali lagi ke bawah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala penolong terbaik melebihi dari bentuk apapun atau teknik segitiga dan apapun bentuknya.
Bagaimana cara mendapat pertolongan Allah? yaitu jika kamu berjuang di jalan-Nya. Kamu berjuang di jalan-Nya niscaya kamu mendapat kesuksesan.
Dalam pelatihan kami, aku mengajarkan murid menghafal surat dan ayat ini, bagaimana ceramah dan mengelola tanya jawab. Dan sebelum aku memulai ceramah, aku selalu membaca doa sebagaimana dalam Surat Thaha ayat 25-28. Yang artinya, “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku”
[Ibnu K/Bersamadakwah]
